Klik disini untuk memperoleh update artikel terbaru, gratis

Friday, November 27, 2009

Selamat Hari Raya Idul Adha

Assalamu'alaikum wr.wb. Kanjeng Nabi Ibrahim a.s. mengajarkan kepada kita makna hidup yang sebenar-benarnya hidup. Pernahkah sobat mengenal bagaimana Allah mengubah perintah menyembelih Nabi Ismail a.s. dengan menyembelih domba? Ada makna yang mendalam terjadi pada peristiwa itu.

Allah telah mengutus "ayah" dari para rasul dan pribadi yang tinggi budi dalam diri nabi Ibrahim a.s. Tuntunannya bahkan telah kita ikuti sejak beribu-ribu tahun sejak beliau ada. Ibadah haji adalah salah satu tuntunannya. Maqam ibrahim adalah bukti kebesaran Allah terkait dengan nabi ibrahim a.s. Ibadah sa'i adalah pengejawantahan dari perjuangan Siti Hajar r.a. Ibadah kurban juga merupakan pengejawantahan dari perjuangan nabi Ibrahim dan Nabi Ismail a.s. akan ketekunan kepada Allah.

Selamat Hari Raya Idul Adha


Continue Reading "Selamat Hari Raya Idul Adha"

Friday, November 20, 2009

Mencintai Istri Tanpa Syarat?

Ini cerita Nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia.

Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali.

Silahkan baca dan dihayati.

*MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT*
Sebuah perenungan, Buat para suami baca ya..... istri & calon istri juga boleh...

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudahtua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak.

Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak keempat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja, dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum.

Untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa-apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang, bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari...ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah, sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata, "Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak....... bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu". Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-kata, "Sudah yang keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak. Kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak-anaknya.

"Anak-anakku........... "

"Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah..... tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.."

Sejenak kerongkongannya tersekat,...< "Kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain? "Bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.." Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno. Merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno. Dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno, kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa. Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yang hadir di studio, kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru. Disitulah Pak Suyatno bercerita. "Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata,dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu-lucu. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama... dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit."

Seusai membaca ini, katakanlah kepada para istrimu wahai lelaki.

"Ummi... aku mencintaimu... Tulus... Apa adanya.... "

hanya untuk Istri yang kucintai. Ummi Laely.


Continue Reading "Mencintai Istri Tanpa Syarat?"

Thursday, November 5, 2009

Teori Belajar Bruner

Teori belajar bruner dikenal oleh tiga tahapan belajarnya yang terkenal, yaitu enaktif, ikonik dan simbolik. Pada dasarnya setiap individu pada waktu mengalami atau mengenal peristiwa yang ada di dalam lingkungannya dapat menemukan cara untuk menyatakan kembali peristiwa tersebut di dalam pikirannya, yaitu suatu model mental tentang peristiwa yang dialaminya. Hal tersebut adalah proses belajar yang terbagi menjadi tiga tahapan, yakni: (1) Tahap enaktif; dalam tahap ini peserta didik di dalam belajarnya menggunakan atau memanipulasi obyek-obyek secara langsung. (2) Tahap ikonik; pada tahap ini menyatakan bahwa kegiatan anak-anak mulai menyangkut mental yang merupakan gambaran dari obyek-obyek. Dalam tahap ini, peserta didik tidak memanipulasi langsung obyek-obyek, melainkan sudah dapat memanipulasi dengan menggunakan gambaran dari obyek. Pengetahuan disajikan oleh sekumpulan gambar-gambar yang mewakili suatu konsep (Sugandi, 2004:37). (3) Tahap simbolik; tahap ini anak memanipulasi simbol-simbol secara langsung dan tidak ada lagi kaitannya dengan objek-objek. Anak mencapai transisi dari pengguanan penyajian ikonik ke penggunaan penyajian simbolik yang didasarkan pada sistem berpikir abstrak dan lebih fleksibel. Dalam penyajian suatu pengetahuan akan dihubungkan dengan sejumlah informasi yang dapat disimpan dalam pikiran dan diproses untuk mencapai pemahaman.

Jerome Bruner membagi alat instruksional dalam empat macam menurut fungsinya antara lain:




  1. Alat untuk menyampaikan pengalaman “vicaorus” (sebagai pengganti pengalaman yang langsung) yaitu menyajikan bahan yang tidak dapat mereka peroleh secara langsung di sekolah. Hal ini dapat dilakukan melalui film, TV, rekaman suara dan sebagainya;

  2. Alat model yang dapat memberikan pengertian tentang struktur atau prinsip suatu gejala misalnya model molekul, model bangun ruang;

  3. Alat dramatisasi, yakni mendramatisasikan sejarah suatu peristiwa atau tokoh, film tentang alam, untuk memberikan pengertian tentang suatu idea atau gejala;

  4. Alat automatisasi seperti teaching machine atau pelajaran berprograma yang menyajikan suatu masalah dalam urutan teratur dan memberikan balikan atau feedback tentang respon siswa (Nasution, 2003:15).


Dengan demikian keterkaitan teori Brunner dengan penggunaan media film dan alat bantu software lain adalah penggunaan media berupa film berbasis 3DSmax 7.0 dalam pembelajaran dapat membantu menyampaikan pengalaman kepada siswa serta memberikan gambaran mengenai objek yang mewakili suatu konsep.



Continue Reading "Teori Belajar Bruner"

Monday, October 26, 2009

CPNS Jateng 2009

assalamu'alaikum..

Ini dia yang dicari. Info resmi CPNS 2009 Propinsi Jawa Tengah. Silahkan cari informasi sebanyak-banyaknya dari link berikut ini. Semoga dapat membantu teman-teman yang membutuhkan informasi. Sebentar lagi barangkali akan saya upload juga contoh tes seleksi CPNS yang telah lalu. Baragkali ada yang cocok.

Referensi: cpns.jatengprov.go.id


PENGADAAN CPNSD TAHUN 2009 FASILITASI PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH ( ONLINE )

PENGADAAN CPNSD TAHUN 2009 SECARA MANDIRI OLEH MASING-MASING KABUPATEN /KOTA

1 Pemerintah Kota Surakarta 8 Pemerintah Kab. Wonosobo
2 Pemerintah Kab. Semarang 9 Pemerintah Kab. Klaten
3 Pemerintah Kab. Kendal 10 Pemerintah Kab. Sragen
4 Pemerintah Kab. Pekalongan 11 Pemerintah Kab. Sukoharjo
5 Pemerintah Kab. Pemalang 12 Pemerintah Kab. Karanganyar
6 Pemerintah Kab. Rembang 13 Pemerintah Kota Semarang
7 Pemerintah Kab. Banjarnegara



Continue Reading "CPNS Jateng 2009"


Link menarik milik Sahabat

----[ PEACE INDONESIA ]----
Guru Ganteng : Kifni : Kang Abeh : Seputar Obat : Scriptcenter: Sikumb@ng : Asuindo : sampara.com : Hamidz Botanix : Hotfreez.com

Masih dalam pengumpulan Sahabat. Untuk yang berkeinginan untuk link exchange, silahkan tinggalkan komentar atau pesan di shoutbox. Saya akan pasang link yang betul-betul bermanfaat dan tak berharap dollar. Terima kasih.
 

Sohabat Blogger